FILM menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yaitu : 1) selaput tipis yang dibuat dari seluloid untuk tempat gambar negatif (yang akan dibuat potret) atau untuk tempat gambar positif (yang akan dimainkan dalam bioskop) dan 2) lakon (cerita) gambar hidup. Sedangkan menurut istilah, film adalah sebuah karya seni yang terdiri dari serangkaian gambar hidup yang diputar sehingga menghasilkan ilusi gambar bergerak yang diedit sedemikian rupa sehingga menghasilkan cerita yang dapat dinikmati. Ilusi dari rangkaian gambar tersebut menghasilkan gerakan berkelanjutan berupa video. Film disebut juga dengan moving picture disingkat menjadi movie. Film di era ini telah berevolusi menjadi industri kreatif yang sangat pesat perkembangannya menjadi bisnis hiburan yang populer, film seiring perkembangan jaman telah menggunakan teknologi yang semakin canggih. Berbagai industri perfileman terbesar di dunia berpusat di Hollywood sementara di benua Asia dari India dikenali istilah Bollywood, begitu pula dengan industri perfilman Hongkong.
Film dibuat dengan teknik perekaman melalui kamera film dan teknik pemotretan. Teknik pemotretan dilakukan dengan memotret gambar atau objek ada pula menggunakan teknik animasi, cara ini dilakukan menggunakan animasi grafis komputer atau Computer Generated Image (juga dikenal sebagai CGI). Kedua teknik ini bisa dikombinasikan dengan teknik dan visual efek lainnya. Proses pembuatan film biasanya memakan waktu yang lama. Terdiri dari 3 tahap yaitu :
1. Tahap pra produksi yang tahapannya sebagai berikut : mengolah ide cerita, menyusun skenario awal, menentukan kru produksi, casting pemeran, proses reading, menentukan lokasi, penyiapan perangkat produksi, dan briefing produksi.
2. Tahap produksi meliputi proses syuting, evaluasi kerja produksi, editing
3. Tahap pasca produksi, pada tahap film yang telah selesai diedit dan ditambahkan efek visual, scoring musik siap untuk dipromosikan, tentunya promosi film pun harus diperhitungkan matang matang menurut strategi yang tepat. Beberapa unsur penting yang harus diperhatikan saat promosi film yaitu melihat peluang pasar, timing (waktu yang tepat), dan ketertarikan penonton.
Sedangkan para pemain yang berperan dalam film disebut sebagai aktor (pria) atau aktris (wanita). Selain itu juga ada istilah aktor figuran yang digunakan sebagai pemeran pembantu dengan peran yang tidak terlalu banyak dalam film. Hal ini berbeda dari aktor utama yang memiliki peran lebih besar dan lebih banyak. Menjadi aktor dan aktris harus dituntut memiliki bakat akting yang baik, yang sesuai dengan tema film yang ia bintangi. Dalam beberapa adegan tertentu, peran aktor bisa digantikan oleh pemeran pengganti atau disebut stuntman. Keberadaan stuntman cukup penting untuk menggantikan aktor melakukan adegan-adegan berbahaya yang sulit dan ekstrem, yang biasa dijumpai dalam film-film aksi laga.
Film
juga bisa digunakan untuk menyampaikan pesan tertentu dari si pembuat film itu
sendiri. Beberapa studio dan perusahaan juga menggunakan film untuk
menyampaikan dan merepresentasikan simbol dan budaya mereka. Pembuatan film
juga merupakan bentuk ekspresi, pemikiran, ide, konsep, perasaan dan suasana
hati dari seorang manusia yang divisualisasikan dalam film. Film sendiri
kebanyakan merupakan cerita fiksi, meski ada juga yang berdasarkan fakta kisah
nyata atau based on a true story. Meski begitu, film yang diadaptasi dari kisah
nyata juga terkadang dirubah sedemikian rupa sehingga akan mengandung unsur
yang lebih mendramatisir.
Ada
juga film dokumenter yang gambarnya diambil secara asli dan nyata, atau film
biografi yang menceritakan kisah seorang tokoh. Ada banyak genre film populer lainnya, mulai dari film
action, horor, komedi, romane, fantasi, thriller, drama, science fiction,
crime, dokumenter dan lain-lain. Semuanya memiliki karakteristik dan ciri khas
masing-masing yang membedakan satu sama lain.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar